Dalam usaha untuk terus mengembangkan pendidikan di Indonesia, Kurikulum Merdeka 2025 kembali mencoba untuk mengangkat salah satu Filosofi Ki Hadjar Dewantara, yaitu pendidikan harus sesuai dengan kodrat alam dan kodrat zaman. Kedua konsep ini tidak hanya relevan pada pendidikan masa lampau, namun juga sangat penting untuk diterapkan dalam pembelajaran abad 21.
Dengan menerapkan filosofi ini guru, orang tua, dan pemangku kepentingan pendidikan dapat menciptakan ekosistem belajar yang kontekstual, adaptif, dan berdampak jangka panjang. Lalu apa itu Kodrat Alam dan Kodrat Zaman? mari kita bahas secara lengkap
Definisi Kodrat Alam
Filosofi pendidikan Ki Hadjar Dewantara bahwa pendidikan harus sesuai kodrat alam mengacu pada lingkungan alami tempat peserta hidup. Hal ini mencakup kondisi geografis, budaya lokal, sampai kebiasaan sosial masyarakat, bahkan pekerjaan masyarakat sekitar.
Contoh Penerapan
- Mengaitkan pelajaran dengan potensi lokal seperti pertanian, peternakan, energi terbarukan, atau budaya daerah.
- Pembelajaran berbasis proyek di luar kelas yang memanfaatkan alam sebagai media belajar peserta didik.
Apa itu Kodrat Zaman?
Kata Kodrat Zaman mengacu pada perkembangan zaman dimana masa peserta didik hidup dengan segala perkembangan teknologi, digitalisasi, budaya global, dan perubahan sosial yang terjadi di masa kini.
Contoh Penerapan
- Penggunaan Artificial Intelegence (AI) dalam pembelajaran atau aplikasi digital seperti Google Classrom, Magicschool AI dan masih banyak lagi
- Mengajarkan literasi media dan digital kepada peserta didik agar mereka memiliki kecakapan dalam menyerap dan menyaring informasi juga budaya luar yang dapat mereka akses secara mudah.
Manfaat Mengintegrasikan Kodrat Alam dan Kodrat Zaman
| Aspek | Manfaat Nyata |
|---|---|
| Kontekstualisasi | Siswa belajar dari realitas kehidupan mereka |
| Adaptabilitas | Mempersiapkan siswa menghadapi dunia kerja dan sosial modern |
| Relevansi Nilai | Menjaga akar budaya lokal sambil terbuka pada inovasi global |
| Daya Tarik Belajar | Belajar menjadi menyenangkan, nyata, dan bermakna |
Keterkaitan Konsep Kodrat Alam & Kodrat Zaman Dengan Pembelajaran Mendalam
Sebelum membahas keterkaitan antara Kodrat Alam dan Kodrat Zaman dengan Pembelajaran mendalam, perlu diketahui bahwa Pembelajaran mendalam merupakan pendekatan pembelajaran yang tidak hanyak hafalan teori belaka.
Pembelajaran Mendalam lebih menekankan pada pemahaman yang bermakna, berkesadaran, dan menyenangkan. Pembelajaran ini juga mendorong keterlibatan aktif, aplikatif dan reflektif peserta didik.
Artikel Terkait -> Pembelajaran Mendalam Kurikulum Merdeka 2025
Lalu keterkaitan antara Kodrat Alam dan Kodrat Zaman dengan Pembelajaran Mendalam dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
| Konsep KHD | Relevansi dalam Pembelajaran Mendalam |
|---|---|
| Kodrat Alam | Mendorong penggunaan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar. Misalnya, siswa belajar sains dengan mengamati fenomena lokal (proyek berbasis alam, kontekstual). |
| Kodrat Zaman | Membekali siswa dengan kemampuan abad ke-21 seperti berpikir kritis, literasi digital, dan kolaborasi global. Pembelajaran mendalam pun selaras karena menuntut integrasi teknologi, budaya global, dan inovasi. |
Contoh Nyata
Sebagai contoh pada pelajaran sistem kontrol elektropneumatik di SMK, guru bisa mengajak peserta didik untuk membuat proyek sistem kontrol otomatisasi pada pertanian dan peternakan sesusai mata pencaharian masyarakat sekitar (Kodrat Alam) menggunakan teknologi IoT terkini (Kodrat Zaman).
Keterkaitan Konsep Kodrat Alam dan Kodrat Zaman dengan CASEL
CASEL (Colaborative for Academic and Social Learning) merupakan kompetensi sosial emosional peserta didik yang ingin ditumbuhkan dalam Kurikulum Merdeka 2025 ini.
CASEL mencakup 5 kompetensi diantaranya kesadaran diri, menajemen diri, kesadaran sosial, keterampilan berelasi, dan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab.
Artikel Terkait -> CASEL dalam Kurikulum Merdeka 2025
Lalu Keterkaitan antara Kodrat Alam dan Kodrat Zaman dengan CASEL dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
| Konsep KHD | Relevansi terhadap Kompetensi CASEL |
|---|---|
| Kodrat Alam | Membentuk kesadaran diri dan sosial melalui interaksi langsung dengan lingkungan dan komunitas. Membangun empati terhadap alam dan sesama. |
| Kodrat Zaman | Menuntut manajemen diri dan pengambilan keputusan yang bijak dalam menghadapi perubahan zaman, teknologi, dan arus informasi yang cepat. |
Sinergi Empat Pilar
| Pilar | Peran |
|---|---|
| Kodrat Alam | Dasar kontekstual pembelajaran yang relevan dengan lingkungan |
| Kodrat Zaman | Jembatan keterampilan modern yang dibutuhkan di era digital |
| Pembelajaran Mendalam | Pendekatan holistik untuk pemahaman bermakna |
| Kompetensi CASEL | Fondasi emosional dan sosial untuk tumbuh sebagai manusia utuh |
Kesimpulan
Sinergi antara Kodrat Alam, Kodrat Zaman, Pembelajaran Mendalam dan CASEL menguatkan satu sama lain dan menjawab tantangan pendidikan masa kini dengan membimbing peserta didik menjadi manusia seutuhnya, mampu berpikir kritis, berperilaku bijak, dan berkontriusi nyata bagi lingkungan dan masyarakat.
