Salah satu prinsip Utama dalam Kurikulum Merdeka 2025 ini adalah prinsip Pembelajaran Mendalam (Deep Learning). Prinsip Pembelajaran Mendalam ini mendorong guru untuk melaksanakan pembelajaran tidak hanya berfokus pada teori semata, namun lebih pada membangun pemahaman yang bermakna, keterkaitan dengan kehidupan sehari-hari, dan refleksi dalam proses belajar siswa.
Lalu apa sebenarnya Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) ini dan bagaimana penerapannya pada proses belajar mengajar sehari-hari khususnya bagi guru SMK atau Pendidikan Teknik ?
Artikel terkait -> Kurikulum merdeka 2025/2026 dan panduan lengkap untuk guru
Apa Itu Pendidikan Mendalam (Deep Learning)?
Dalam naskah akademik pembelajaran mendalam yang diluncurkan kemendikdasmen, dijelaskan bahwa Pendidikan Mendalam merupakan sebuah pendekatan yang memuliakan dengan menekankan pada penciptaan suasana belajar dan proses pembelajaran berkesadaran,bermakna, dan menggembirakan melalui olah pikir, olah hati, olah rasa, dan olah raga secara holistik dan terpadu.
Pendekatan pembelajaran mendalam memiliki 3 prinsip Utama yaitu bekesadaran (mindfull), Bermakna (meaningfull), dan menggembirakan (joyfull).
Pada Pendidikan vokasi (SMK), pembelajaran mendalam ini biasanya dimunculkan dengan menerapkan beberapa metode pembelajaran seperti model PJBL, Kelas Industri, Praktik kerja Lapangan (PKL), Kelas Kewirausahaan, pembelajaran dengan prinsip Tefa dan masih banyak lagi.
Ciri-Ciri Pembelajaran Mendalam
Ciri-ciri pembelajaran mendalam dengan pembelajaran pada umumnya dapat dibedakan sebagai berikut
Mengapa Penting?
- Meningkatkan kualitas berpikir kritis dan pemecahan masalah
- Membentuk pembelajar mandiri seumur hidup
- Menghubungkan teori dengan praktik kerja di SMK atau kehidupan nyata di SMA
Strategi Menerapkan Pembelajaran Mendalam
1. Mulai dari Pertanyaan Pemantik
> Contoh: "Bagaimana sistem otomatisasi pabrik bisa meningkatkan efisiensi energi?"
2. Gunakan Konteks Nyata
> Hubungkan pelajaran dengan lingkungan siswa, dunia kerja, atau isu terkini (misal: AI, energi terbarukan).
3. Dorong Refleksi Diri
> Minta siswa menuliskan jurnal belajar: "Apa yang saya pelajari hari ini dan bagaimana saya bisa menggunakannya?"
4. Gunakan Metode PjBL (Project-Based Learning)
> Ajak siswa membuat produk atau solusi nyata dari topik yang dipelajari.
5. Berikan Asesmen Formatif & Umpan Balik Bermakna
> Penilaian tidak hanya angka, tapi juga proses: diskusi, observasi, presentasi, dan portofolio.
Contoh Penerapan di SMK Teknik
Topik: Sistem Kontrol Otomatis
Pendekatan Mendalam:
- Mulai dari studi kasus sistem conveyor pabrik nyata
- Siswa menganalisis diagram kontrol
- Merancang simulasi menggunakan PLC
- Presentasi solusi hemat energi
- Refleksi: bagaimana teknologi ini dapat dikembangkan lebih lanjut
Bonus
Template RPP Pembelajaran Mendalam untuk SMK siap pakai download di bawah ini
Peran Guru dalam Pembelajaran Mendalam
Sesuai dengan penuturan Ki Hadjar Dewantara
“Menuntun segala kodrat yang ada pada anak agar mereka bisa mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya.”
Guru dalam Kurikulum Merdeka bukan sekadar penyampai materi, melainkan fasilitator, pembimbing, dan pendorong kesadaran belajar siswa. Untuk itu, guru perlu:
- Mengenali konteks dan kebutuhan belajar setiap siswa
- Membangun relasi yang memerdekakan
- Memberi ruang eksplorasi, berpikir, dan berefleksi
Artikel Terkait -> 8 Dimensi Profil Lulusan (DPL) dalam Kurikulum Merdeka 2025
Kesimpulan
Pembelajaran mendalam adalah inti dari Kurikulum Merdeka 2025. Ia menuntut guru untuk keluar dari zona nyaman mengajar hanya untuk menyelesaikan RPP. Dengan pembelajaran mendalam, siswa tidak hanya "tahu" tapi memahami, memaknai, dan mampu mengaplikasikan ilmu dalam kehidupan nyata
.png)