Pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka 2025 menekankan pembelajaran yang seimbang antara kompetensi kognitif dan social emoisonal.
Salah satu pendekatan yang relevan untuk mencapai keseimbangan ini adalah model pembelajaran sosial-emosional CASEL. Tapi, apa itu CASEL? Bagaimana penerapannya di kelas teknik SMK atau di pembelajaran umum SMA?
Apa Itu CASEL?
CASEL (Colaborative for Academic, Social, And Emotional Learning) dalam kerangka kerja Kurikulum Merdeka 2025 merupakan suatu usaha pembelajaran untuk membantu peserta didik mengembangkan kemampuan dasar untuk hidup.
Dalam hal ini individu tidak hanya berfokus pada diri sendiri baik ketrampian dan kompetensinya, tapi juga pada relasi yang baik dengan orang lain dan lingkungannya.
CASEL bukanlah model pembelajaran, namun CASEL dapat dianggap sebagai pendekatan pembelajaran yang dapat diintegrasikan dengan berbagai model pembelajaran yang ada.
CASEL mengelompokkan komponen pembelajaran social emosional dalam 5 komponen yang dijabarkan di Bawah ini:
1. Self Awarness (Kesadaran Diri)
Merupakan kemampuan atau kompetensi peserta didik untuk memahami emosi, pemikiran, dan nilai-nilai yang mempengaruhi perilakunya dalam berbagai situasi
2. Self Management (Managemen Diri)
Merupakan kemampuan untuk mengatur emosi, pemikiran, dan perilaku secara efektif pada situasi yang beragam.
3. Responsible Decison Making (Pengambilan Keputusan yang Bertanggung Jawab)
Merupakan kemampuan peserta didik untuk dapat mengambil keputusan yang konstruktif dan tepat pada situasi tertentu.
4. Social Awarness (Kesadaran Sosial)
Merupakan kemampuan untuk memahami persepektif yang berbeda termasuk berempati terhadap kondisi individu/orang lain termasuk dengan latar belakangnya yang beragam.
5. Relationship Skills (Ketrampilan Sosial)
Merupakan kemampuan untuk menjalin dan menjaga hubungan/relasi yang baik, sehat, dan efektif dengan orang lain dengan latar belakang yang berbeda.
Mengapa CASEL Relevan untuk Kurikulum Merdeka?
Selaras dengan Dimensi Profil Lulusan (DPL) seperti komunikasi, kolaborasi, dan kewargaan
Meningkatkan motivasi belajar dan iklim kelas positif
Mengurangi konflik, meningkatkan kemampuan kerja tim dan tanggung jawab
Menyiapkan siswa menjadi individu utuh: cerdas secara akademik, sosial, dan emosional
Artikel terkait
Kapan dan Bagaimana Penyampaian CASEL dalam Pembelajaran?
Pembelajaran social emosional berfokus pada kesejahteraan khususnya aspek emosional peserta didik dan dapat disampaikan dengan cara
1. Secara rutin, Pembelajaran social emosional khususnya CASEL dapat disampaikan pada Waktu dan situasi tertentu yang ditentukan kemudian. Biasanya ini dilakukan di luar jam akademik
2. Secara Terintegrasi dalam mata pelajaran tertentu dengan menyisipkan kompetensi social emosional dalam proses pembelajaran akademik.
3. Menjadi budaya dalam lingkungan sekolah, Hal ini dapat dilakukan dengan guru yang bertindak sebagai teladan bagi peserta didik dalam bersikap pada berbagai situasi.
Integrasi Model Pembelajaran+Kompetensi CASEL+ Dimensi DPL
Integrasi antara berbagai model pembelajaran, kompetensi CASEL, dan dimensi DPL dapat dilihat pada table dibawah
| Model Pembelajaran | Kompetensi CASEL yang Dapat Dikembangkan | Dimensi DPL yang Relevan | Contoh Kegiatan Sederhana |
|---|---|---|---|
| Project-Based Learning (PjBL) | - Self-Management- Collaboration- Responsible Decision Making | - Kemandirian- Kolaborasi- Komunikasi- Kreativitas | Siswa merancang sistem otomasi sederhana secara berkelompok dan mempresentasikan hasilnya |
| Discovery Learning | - Self-Awareness- Social Awareness | - Penalaran Kritis- Kewargaan | Siswa menyimpulkan prinsip kerja sensor suhu melalui eksperimen mandiri |
| Problem-Based Learning | - Responsible Decision Making- Social Awareness- Self-Management | - Penalaran Kritis- Komunikasi- Keimanan & Ketakwaan (jika konteks etika) | Siswa menyusun solusi atas kasus industri yang berkaitan dengan keselamatan kerja |
| Collaborative Learning | - Relationship Skills- Collaboration- Social Awareness | - Kolaborasi- Komunikasi | Diskusi kelompok: membuat proposal teknis sederhana dan memberi umpan balik antar kelompok |
| Contextual Teaching & Learning | - Responsible Decision Making- Self-Awareness | - Kewargaan- Keimanan- Kesehatan | Membahas kasus nyata dari masyarakat, misalnya efisiensi energi atau keselamatan alat rumah tangga |
| Role Play / Simulation | - Social Awareness- Communication- Self-Management | - Komunikasi- Kesehatan- Kreativitas | Siswa bermain peran sebagai teknisi dan klien untuk memecahkan masalah perangkat rusak |
Contoh Penerapan CASEL Dalam RPP Pembelajaran Model PJBL
Pendahuluan
- Mengucapkan salam dan menanyakan kabar peserta didik (Self Awarness)
- Mengajak peserta didik untuk berdoa Bersama dengan dipimpin oleh ketua kelas (Self Management)
- memberikan pertanyaan pemantik yang terkait dengan materi yang akan dipelajari
Kegiatan Inti
- Guru menyesuaikan orientasi peserta didik pada masalah yang sesuai dengan pertanyaan pemantik yang diberikan di awal menggunakan Bahasa yang sesuai dengan generasi peserta didik yang diajar (Social Awarness)
- Menginstruksikan peserta didik untuk Menyusun perencanaan dan perancangan pembuatan proyek Bersama dengan kelompoknya (Relationship Skills)
- Membuat kesepakatan tentang jadwal pembuatan proyek (tahap-tahap dan pengumpulan tugas) (Self Management)
- Guru memonitor dan membimbing berjalannya proses diskusi dalam kelompok dan memberikan bimbingan Ketika terjadi konflik antar anggota kelompok (Relationship Skills)
- Guru memberikan jeda Waktu bagi peserta didik untuk melakukan peregangan dan ice breaking Ketika peserta didik dianggap mulai merasa jenuh di dalam kelas (Self management)
- Membimbing jalannya presentasi kelompok di depan kelas dan memberikan peserta didik lain untuk memberikan tanggapan, kritik, dan saran yang membangun untuk temannya yang sedang melakukan presentasi (Responsible Decision making)
Penutup
- Peserta didik dibimbing oleg guru membuat kesimpulan dan refleksi dari hasil proses belajar yang telah dilakukan termasuk perasaan yang dialami ketika mengerjakan tugas kelompok(Self Awarness)
- Mengajak peserta didik untuk menutup pembelajaran dengan berdoa bersama (Self Management)
RPP dengan Model PJBL dan Integrasi dengan CASEL secara utuh bisa anda download di bawah ini
Kesimpulan
Pembelajaran sosial-emosional melalui kerangka CASEL adalah jembatan menuju pendidikan yang utuh dan manusiawi. Dengan mengintegrasikan CASEL ke dalam Kurikulum Merdeka, guru membentuk siswa tidak hanya sebagai pekerja teknis, tetapi juga sebagai warga yang bertanggung jawab dan bijak.
.png)