Pendahuluan
Kurikulum Merdeka pertama kali diperkenalkan pada 11 Februari 2022 melalui program Merdeka Belajar Episode 15. Setelah fase uji coba di lebih dari 140 ribu satuan pendidikan, kurikulum ini akhirnya ditetapkan sebagai kurikulum nasional melalui Permendikbudristek No. 12 Tahun 2024 pada 27 Maret 2024.
Namun, sejak dilantiknya Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Prof. Abdul Mu’ti pada 21 Oktober 2024, terjadi sejumlah pembaruan penting yang mulai berlaku secara nasional pada tahun ajaran 2025/2026 tepatnya pada 23 Mei 2025. Artikel ini mengulas prinsip-prinsip utama Kurikulum Merdeka versi terbaru serta pembaruannya, lengkap dengan arah implementasinya di satuan pendidikan.
Prinsip-Prinsip Utama Kurikulum Merdeka
Berikut adalah prinsip inti dalam Kurikulum Merdeka 2025, disajikan secara ringkas untuk membantu pemahaman awal sebelum masuk ke artikel-artikel turunan:
1. Pembelajaran Terdiferensiasi
Memberikan fleksibilitas agar pembelajaran disesuaikan dengan kemampuan, minat, dan gaya belajar masing-masing peserta didik.
2. Pembelajaran Mendalam
Menekankan proses pembelajaran yang tidak dangkal, namun menyentuh makna, relevansi, dan aplikatif dalam kehidupan nyata.
Baca selengkapnya → Apa Itu Pembelajaran Mendalam dan Bagaimana Menerapkannya
3. Dimensi Profil Lulusan (DPL) — Pengganti P5
Salah satu perubahan besar di tahun 2025 adalah penggantian Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dengan pendekatan baru yang disebut Dimensi Profil Lulusan (DPL).
Tujuannya tetap serupa: membentuk karakter dan kompetensi esensial siswa. Namun, pendekatan ini tidak lagi mengharuskan pelaksanaan proyek lintas tema, melainkan memberi ruang lebih fleksibel bagi guru dan sekolah untuk mengintegrasikan nilai-nilai tersebut dalam pembelajaran.
Baca selengkapnya → Apa Itu DPL dan Bedanya dengan P5
4. Asesmen Formatif & Autentik
Penilaian tidak sekadar memberi nilai, tapi sebagai alat bantu guru memahami proses dan kebutuhan belajar siswa.
5. Kompetensi Sosial Emosional (CASEL)
Mengintegrasikan pembelajaran karakter melalui lima kompetensi sosial-emosional: kesadaran diri, pengelolaan emosi, empati, relasi, dan pengambilan keputusan.
Baca selengkapnya → CASEL dalam Kurikulum Merdeka untuk SMK dan SMA
6. Filosofi Ki Hadjar Dewantara
Menekankan pentingnya pendidikan yang berpijak pada kodrat alam dan kodrat zaman, menumbuhkan kemerdekaan berpikir dan belajar peserta didik.
Baca selengkapnya → Kodrat Alam dan Zaman dalam Praktik Pembelajaran
Implementasi di SMK dan Pendidikan Vokasi
SMK dan guru teknik mendapat kesempatan untuk:
- Merancang projek berbasis dunia kerja nyata
- Menerapkan asesmen produk dan portofolio siswa
- Mendorong soft skill & CASEL dalam pembelajaran berbasis teknologi
Namun tantangannya juga nyata: adaptasi dengan kurikulum fleksibel, integrasi teknologi (AI, otomasi), dan penguatan kolaborasi lintas mata pelajaran.
Kesimpulan & Arah Lanjut
Kurikulum Merdeka 2025 merupakan penyempurnaan dari versi sebelumnya. Dengan pendekatan yang lebih fleksibel dan realistis terhadap kondisi sekolah, guru diberi keleluasaan untuk berinovasi sambil tetap mengacu pada karakter nasional dan tuntutan zaman.
Artikel ini akan diikuti oleh pembahasan lebih dalam pada tiap prinsip:
BONUS:
> Unduh gratis: Template RPP Kurikulum Merdeka SMK + Rubrik CASEL + DPL (format siap edit)
.png)