Awas! 7 Kesalahan Kecil yang Bisa Bikin Gagal Masuk SMA/SMK Impian lewat SPMB Jatim
Proses pendaftaran siswa baru melalui SPMB Jatim 2025 sudah mulai dilaksanakan. Ribuan siswa dari berbagai wilayah dengan penuh semangat bersaing untuk bisa masuk dan diterima di SMA/SMK impiannya masing-masing.
Namun, ditengah semangat mereka yang menggebu-gebu tak jarang tanpa sadar melakukan kesalahan kecil yang bisa membuat harapan mereka masuk di sekolah impian hancur. Tak sedikit yang akhirnya dinyatakan gugur hanya karena hal-hal teknis yang sebenarnya bisa dihindari dari awal.
Kesalahan kecil ini banyak terjadi karena kurangnya informasi, terburu-buru saat mengisi data, atau bahkan terlalu mengandalkan orang lain tanpa memahami proses pendaftaran itu sendiri.
Padahal proses SPMB tak hanya sekedar formalitas belaka, melainkan tahapan penting yang menentukan masa depan pendidikannya. Sayangnya tak jarang dari mereka baru menyadari kesalahannya setelah pengumuman hasil seleksi SPMB keluar dan semua sudah terlambat.
Nah, saya sudah merangkum kesalahan yang paling sering terjadi dan dilakukan para peserta SPMB Jatim.
Berikut 7 kesalahan yang paling sering terjadi saat proses SPMB Jatim
1. Terlambat Mendaftar atau Melewatkan Tahapan
Banyak peserta yang kurang mencermati jadwal seleksi setiap jalur pendaftaran. ada juga peserta seleksi yang bahkan terlambat mengambil pin.
Anda dapat melihat jadwal dan alur pendaftaran SPMB Jatim 2025 di Link Berikut.
2. Salah melilih jalur pendaftaran
Tidak sedikit peserta seleksi penerimaan murid baru yang keliru memilih jalur pendaftaran yang sesuai dengan kriteria yang dimiliki. Misalnya siswa memilih jalur pendaftaran afirmasi namun tidak memiliki prasyarat yang dibutuhkan seperti KIP, surat keterangan pindah tugas orang tua dll. Untuk melihat persyaratan dari masing-masing jalur pendaftaran anda dapat membacanya pada laman panduan SPMB Jatim 2025 atau klik link ini.
3. Tidak melengkapi dokumen persyaratan
Tidak melengkapi dokumen persyaratan atau tidak menggunakan format yang ditentukan juga dapat menyebabkan gagalnya ferifikasi berkas pada tahap pendaftaran seleksi SPMB. Bahkan kualitas dokumen yang diupload pun juga dapat menjadi alasan ditolaknya berkas yang diunggah. Jadi pastikan kelengkapan berkas, format dan juga kualitas berkas yang anda gunakan untuk mendaftar.
4. Salah Input data di sistem
Kesalahan input data seperti NIK (Nomor Induk Kependudukan), NISN (Nomor Induk Siswa Nasional) atau bahkan ejaan nama juga dapat berpengaruh pada proses pendaftaran.
Lebih parahnya lagi kesalahan input data ini juga dapat mengakibatkan data anda tidak terbaca oleh sistem dan akhirnya dapat menghambat atau bahkan menggagalkan proses pendaftaran seleksi SPMB anda.
Jadi pastikan untuk memastikan pengisian data mulai dari ejaan nama, NISN, NIK anda sudah benar mulai dari awal.
5. Tidak Melakukan Verifikasi Data
Lupa melakukan verifikasi data kerap kali terjadi setelah siswa mengisi formulir pendaftaran, yang mengakitbakan siswa gagal mengikuti jalur seleksi yang diinginkan.
Jadi, pastikan untuk melakukan verifikasi data pada jadwal yang sudah ditentukan.
6. Tidak Memantau Pengumuman atau Tidak Daftar Ulang
Kesalahan ini merupakan salah satu kesalahan yang cukup fatal, karena setelah proses seleksi yang ketat dan melelahkan dan dinyatakan lolos namun tidak melakukan daftar ulang akan membuat semua usaha yang sudah dilakukan akan sia-sia dan mengakibatkan siswa gagal diterima di SMA/SMK impian.
7. Terlalu Bergantung Pada Orang Lain
Beberapa siswa hanya menyerahkan semua proses pendaftaran pada orang tua, guru, atau bahkan teman tanpa mau memahami sendiri proses SPMB ini. Sehingga tak jarang ketika terjadi kendala teknis mereka akan merasa kebingungan dalam menanganinya.
Jadi sangat disarankan bagi masing-masing siswa untuk proaktif dalam proses pendaftaran dan seleksi SMPB ini.
Nah, itulah 7 kesalahan yang banyak dilakukan pada peserta SPMB pada tahun-tahun sebelumnya. Semoga ini dapat membantu menjadi informasi dan panduan bagi para peserta SPMB
Jangan lupa like, comment and share
